Jangjo, Fasilitator dan Platform Pengelolaan Sampah

Kegunaan bahan plastik sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kantong belanja, kemasan makanan, hingga alat-alat rumah tangga, tak sedikit yang terbuat dari bahan plastik. Namun karena penanganan sampah di Indonesia belum dapat ditangani secara maksimal,  jumlah limbah yang dihasilkan terus naik setiap tahunnya.

Badan Pusat Statistik pada tahun 2021 menyatakan, setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 66 juta ton sampah plastik. 0,26-0,59 juta ton diantaranya mengalir ke laut dan menjadi sampah laut (Marine Debris). Tentunya, masalah sampah ini menyebabkan dampak negatif pada ekosistem, karena dapat membahayakan satwa liar, mengakibatkan perubahan suhu lingkungan, dan mempercepat penyebaran penyakit menular.

Selain dampak buruk pada ekosistem, sampah yang tidak dikelola dengan baik juga memberikan efek negatif pada kesehatan manusia. Sampah yang bersifat dioxin mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan sistem kekebalan tubuh, kanker, gangguan reproduksi. Selain itu, sampah yang mengandung kuman patogen juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan, pencernaan, dan penyakit kulit.

Berlandaskan dengan pemilikiran inilah, Jangjo didirkan sebagai waste management startup yang peduli dengan kelestarian lingkungan. Terinspirasi untuk menciptakan ekosistem yang berlandaskan praktik sustainability dan solusi hidup tanpa limbah, Jangjo berupaya untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia seputar sampah. Dengan sistem desentralisasi pemilahan sampah dan cara daur ulang yang efisien, Jangjo memfasilitasi semua pihak terlibat dalam pengelolaan sampah dan sistem daur ulang dengan teknologi,  untuk  pengelolaan sampah yang lebih efektif dan efisien.

Ayo, jadi #GenerasiPilahSampah yang peduli dengan lingkungan bersama Jangjo.

Scroll to top